Sabtu, 26 Januari 2013

Safari Maulid Wujud Cinta Pada Rosul



BLUBUK Pimpinan Ranting Fatayat NU dan Muslimat NU Desa Blubuk menggelar kegiatan Pembacaan Maulid Al Barzanji keliling selama sebulan penuh. Kegiatan yang dikemas dalam Safari Maulid itu digelar sebagai wujud kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.

Safari Maulid dilaksanakan secara bergantian di Masjid dan Mushola se Desa Blubuk. Kegiatan dimulai sejak awal datangnya bulan maulid / Robiul Awal 1434 H hingga selama satu bulan penuh.

Senin, 14 Januari 2013

Misbah - Zamzami Pimpin MWC Dukuhwaru

DUKUHWARU - Perhelatan yang cukup damai akhirnya menghantarkan Kiai Misbah terpilih menjadi rais syuriyah menggantikan KH Ahmad Munir dan Zamzami terpilih menjadi ketua tanfidziyah menggantikan Kiai Hanafi MWC NU Dukuh Waru masa khidmat 2013-2018. Konferensi sendiri di pusatkan di SMP Ma’arif NU Dukuhwaru, Ahad (13/1).

Terpilihnya Kiai Misbah setelah ketua PCNU Kabupaten Tegal H Ahmad Wasy’ari yang bertindak menjadi pimpinan sidang menetapkannya. Misbah berhasil mengungguli lawan-lawanya yang lebih sepuh dengan mengantongi 5 suara. Calon lain KH Ahmad Munir yang juga Rais Syuriyah demisioner didukung kembali dengan 3 suara, Kiai Abdul Malik didukung 1 suara dan KH Sobri Ambari hanya didukung 1 suara, dari 11 hak suara. 

Minggu, 13 Januari 2013

Bupati Tegal Buka Konferensi MWC Dukuhwaru



DUKUHWARU – Bupati Tegal, H Moch Hery Soelistiyawan, SH MHum membuka secara resmi kegiatan Konferensi Majlis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul ‘Ulama Kecamatan Dukuhwaru yang digelar di SMP Maarif Dukuhwaru, Minggu (13/1).

Pembukaan konferensi juga dihadiri Camat Dukuhwaru, Dra Noor Alina Agustini beserta jajaran Muspika, Pengurus Cabang NU Kabupaten Tegal, Pengurus MWC NU dan badan Otonom, Pengurus Ranting NU se Kecamatan Dukuhwaru dan ratusan undangan yang memadati pelataran SMP Maarif di komplek Gedung MWC.

Kamis, 26 Juli 2012

IPNU - IPPNU Blubuk gelar Amaliyah Ramadhan 1433 H

BLUBUK - Dalam rangka menyemarakan dan menggiatkan Syiar di bulan Suci Ramadhan, Pimpinan Ranting (PR) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Desa Blubuk, Kecamatan Dukuhwaru menggelar berbagai kegiatan yang bertajuk Amaliyah Ramadhan 1433 H / tahun 2012.

Ketua Panitia Amaliyah Ramadhan, Naufal melalui Sekretarisnya Laelatul Khamidah menjelaskan dalam mengisi kegiatan dibulan Suci Ramadhan tahun 2012 atau bertepatan dengan 1433 H, IPNU dan IPPNU Ranting Desa Blubuk menggelar berbagai kegiatan yang dikemas dalam Amaliyah Ramadhan. Kegiatan tersebut antara lain Tarawih Silaturahim (Tarhim), Buka Puasa bersama dan santunan Anak Yatim, serta Khotmil Qur'an.

"Untuk tarhim sudah mulai berjalan, yakni kita mulai sejak malam ke 5 Ramadhan tepatnya, Selasa (24/7) malam," katanya kemarin.

Dijelaskan Laela sapaan akrab Laelatul Khamidah, pelaksanaan tarhim digelar disemua Masjid dan Mushola se Desa Blubuk yang jumlahnya mencapai 20 dan diatur secara bergilir serta terjadwal.

"Dalam tarhim, usai solat Tarawih diisi dengan Ceramah agama / Mauidoh Khasanah oleh Pembina IPNU - IPPNU," terangnya.

Laela berharap pelaksanaan Tarhim akan menambah syiar Islam, meningkatkan Keimanan dan Ketaqwaan kepada Alloh SWT. Selain itu, juga memperkokoh jalinan silaturahim antara IPNU - IPPNU dengan Warga Nahdliyin se Desa Blubuk.

"Tarhim juga menjadi sarana silaturahim IPNU-IPPNU kepada masyarakat Desa Blubuk," paparnya.

Sementara Ketua IPPNU Desa Blubuk, sri Nani mengatakan IPNU  IPPNU sebagai organisasi otonom NU memiliki tanggung jawab dalam pengembangan potensi pelajar, santri dan remaja khususnya di Desa Blubuk. Oleh karenanya, Amaliyah Ramadhan menjadi sarana melatih kader dalam berkiprah dimasyarakat guna menggiatkan Syiar di Bulan penuh berkah Ramadhan.

"Amaliyah ramadhan ini, juga menjadi sarana melatih potensi kader dalam penanaman nilai - nilai religi," ungkapnya.

Disamping itu, sambung Nani, dalam rangkaian kegiatannya juga diharapkan dapat menumbuhkan semangat kepedulian dan kepekaan sosial kepada sesama yakni kepada anak - anak yatim maupun piatu.

"Insya Alloh, dalam melatih kepedulian dan kepekaan sosial. Kita juga akan berbagi dengan adik - adik kita yatim piatu dalam buka bersama sekaligus pemberian santunan yang rencananya kita agendakan pada minggu akhir Ramadhan," imbuhnya.

Nani berharap seluruh rangkaian kegiatan yang sudah dijadwalkan dan direncanakan akan berjalan lancar dan sukses sesuai dengan dharapan kita bersama.

"Saya mohon dukungan semua pihak, untuk sukses dan lancarnya rangkaian kegiatan Amaliyah Ramadhan ini," Pungkasnya (Hasan).

Kamis, 19 Juli 2012

Pemerintah Tetapkan Awal Ramadhan Sabtu

Jakarta - Setelah mendengarkan pandangan dari para peserta sidang itsbat, pemerintah yang diwakili Menteri Agama Suryadharma Ali menetapkan secara resmi bahwa awal Ramadhan 1433 H jatuh pada hari Sabtu bertepatan dengan 21 Juli 2012 M.

“Setelah memperhatikan dengan seksama bahwa satu Ramadhan itu jatuh pada hari Sabtu tanggal 21 Juli 2012. Apakah hal ini bisa disepakati?” kata Menteri Agama yang memimpin sidang itsbat di kantor Kementerian Agama, Jakarta, Kamis (19/7). Para peserta menjawab “Sepakat..!”

“Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim kami memutuskan dan menetapkan bahwa 1 Ramadhan 1433 H  jatuh pada hari Sabtu tanggal 21 Juli 2012,” kata Menteri Agama sambil mengetukkan palu sidang.

Sidang itsbat sebelumnya mendengarkan pandangan dari 17 orang peserta dari perwakilan ormas Islam seluruh Indonesia, para ahli astronomi dari LAPAN dan Boscha. Sidang juga dihadiri perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Secara umum para peserta sidang menyepakati 1 Ramadhan pada hari Sabtu, kecuali perwakilan dari Front Pembela Islam (FPI).
FPI meminta awal puasa dimulai pada hari Sabtu berdasarkan hasil laporan rukyat di Cakung, Jakarta. Namun hasil rukyat di Cakung ini ditolak, antara lain karena laporan hilal itu didapatkan sebelum terbenam Matahari. “Belum saatnya maghrib, mustahil kalau mereka mendapatkan hilal,” kata Ketua Lajnah Falakiyah PBNU KH A. Ghozalie Masroeri dalam sidang itsbat itu yang disambut tepuk tangan para peserta sidang itsbat.
Sementara itu Muhammadiyah sejak awal menyatakan tidak akan mengikuti sidang itsbat. Muhammadiyah telah menetapkan awal Ramadhan jatuh pada Jumat, 20 Juli 2012 dan tidak akan mengikuti hasil sidang itsbat.


Penulis: A. Khoirul AnamSetelah mendengarkan pandangan dari para peserta sidang itsbat, pemerintah yang diwakili Menteri Agama Suryadharma Ali menetapkan secara resmi bahwa awal Ramadhan 1433 H jatuh pada hari Sabtu bertepatan dengan 21 Juli 2012 M.

“Setelah memperhatikan dengan seksama bahwa satu Ramadhan itu jatuh pada hari Sabtu tanggal 21 Juli 2012. Apakah hal ini bisa disepakati?” kata Menteri Agama yang memimpin sidang itsbat di kantor Kementerian Agama, Jakarta, Kamis (19/7). Para peserta menjawab “Sepakat..!”

“Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim kami memutuskan dan menetapkan bahwa 1 Ramadhan 1433 H  jatuh pada hari Sabtu tanggal 21 Juli 2012,” kata Menteri Agama sambil mengetukkan palu sidang.

Sidang itsbat sebelumnya mendengarkan pandangan dari 17 orang peserta dari perwakilan ormas Islam seluruh Indonesia, para ahli astronomi dari LAPAN dan Boscha. Sidang juga dihadiri perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Secara umum para peserta sidang menyepakati 1 Ramadhan pada hari Sabtu, kecuali perwakilan dari Front Pembela Islam (FPI). FPI meminta awal puasa dimulai pada hari Sabtu berdasarkan hasil laporan rukyat di Cakung, Jakarta. Namun hasil rukyat di Cakung ini ditolak, antara lain karena laporan hilal itu didapatkan sebelum terbenam Matahari.

“Belum saatnya maghrib, mustahil kalau mereka mendapatkan hilal,” kata Ketua Lajnah Falakiyah PBNU KH A. Ghozalie Masroeri dalam sidang itsbat itu yang disambut tepuk tangan para peserta sidang itsbat.

Sementara itu Muhammadiyah sejak awal menyatakan tidak akan mengikuti sidang itsbat. Muhammadiyah telah menetapkan awal Ramadhan jatuh pada Jumat, 20 Juli 2012 dan tidak akan mengikuti hasil sidang itsbat.


Penulis: A. Khoirul Anam

NU Ikhbarkan Awal Ramadhan Jatuh pada Sabtu

Jakarta - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengeluarkan ikhbar atau mengumumkan bahwa awal Ramadhan 1433 H jatuh pada hari Sabtu bertepatan dengan 21 Juli 2012. Hal ini berdasarkan hasil ru’yatul hilal bil fi’li atau observasi hilal yang dilakukan oleh Lajnah Falakiyah dan sejumlah ahli falak NU di sejumlah titik rukyat di Indonesia.

“Tim rukyatul hilal NU pada hari Kamis tanggal 19 Juli 2012 M / 29 Sya’ban 1433 H telah melakukan ru’yatul hilal bil fi’li di beberapa lokasi rukyat yang telah ditentukan dan tidak berhasil melihat hilal,” demikian dalam ikhbar PBNU.

Karena hilal tidak terlihat maka umur bulan Sya’ban 1433 H adalah 30 hari (istikmal). “Atas dasar istikmal dan sesuai dengan pendapat al-madzahib arba’ah, maka dengan ini PBNU mengihbarkan bahwa awal bulan Ramadhan jatuh pada hari Sabtu tanggal 21 Juli 2012.”

Dalam surat ikhbar yang ditandatangani KH Ubaidillah Syatori (rais syuriyah), KH Malik Madani (katib aam), KH Said Aqil Siroj (ketua umum tanfidziyah) dan H Marsudi Syuhud (Sekjen) PBNU juga mengimbau umat Islam untuk menunaikan ibadah puasa Ramadhan 1433 H dengan penuh keimanan dan keyakinan.

“Mari menjadikan bulan Ramadhan sebagai momentum kerohanian untuk mensucikan diri dengan meningkatkan ketawqaan dan memperbanyak bacaan Al-Qur’an, dzikir, beribadah dengan penuh kekhusyu’an dan berbagai aktifitas sosial yang bermanfaat,” demikian ikhbar PBNU.

Ikhbar PBNU ini dikeluarkan setelah sidang itsbat atau penetapan awal Ramadhan 1433 H yang dipimpin oleh Menteri Agama Suryadharma Ali di Kantor Kementerian Agama Jakarta telah menetapkan atau itsbat jatuhnya awal Ramadhan.

“Sesuai laporan dan pencermatan telah berkesimpulan bahwa hilal tidak bisa dilihat oleh karenanya 1 Ramadhan 1433 H jatuh pada hari Sabtu 21 Juli 2012 M,” demikian disampaikan Menteri Agama.

Pada saat berita ini diturunkan, sidang itsbat masih sedang mendengarkan berbagai pendapat dari para peserta sidang dari berbagai ormas Islam dan para ahli falak dan astronomi.


Penulis: A. Khoirul Anam

Sumber : http://www.nu.or.id/

AWAL RAMADHAN 1433 : NU Prediksi Sabtu, Kepastian Tunggu hasil Rukyat

Jakarta, NU Online - Nahdlatul Ulama memprediksi hari pertama puasa Ramadlan 1433 H jatuh pada Sabtu tanggal 21 Juli 2012.

“Tapi NU melalui Lajnah Falakiyah, belum menentukan, karena NU akan merukyah. Prediksi kan boleh, tapi tidak boleh memastikan karena menunggu hasil rukyah tanggal 19 Juli.”

Demikian ditegaskan Ketua Lajnah Falakiyah Nahdlatul Ulama KH A. Ghazali Masroeri di hadapan pengurus lajnah, banom, dan lembaga NU, serta para wartawan dari berbagai media, di gedung PBNU, (18/7) dengan tema Menyambut Ramadlan 1433 H.

Menurut prediksi hisab NU, pada Jumat (20/7) nanti, hilal masih belum sampai kriteria visible. “Prediksinya tinggi hilal baru 1 derajat 38 menit 26 detik. Jadi, belum memenuhi kriteria visibilitas hilal.”

Sesuai kesepakatan Musyawarah Menteri-menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS) visibilitas hilal adalah dua derajat.

“NU tidak menentukan jauh-jauh hari karena Rasulullah tidak mengajarkannya. Selain itu, ilmu hisab bagi NU adalah untuk memandu mengarahkan dan mengontrol rukyah. Atau dengan  lain perkataan untuk menghasilkan rukyah yang berkualitas,” tambahnya.

Di sisi lain, sambung Kiai Ghazali, rukyah sebagai instrumen pula untuk uji verifikasi atas hipotesis hisab. “Hitungan manusia itu bener apa nggak?” ujarnya.

Kalau kita hanya menggunakan hisabnya saja, tidak mau melakukan rukyah atau observasi langsung, ilmu hisab jadi stagnan dan mandeg.


Redaktur: Mukafi Niam
Penulis   : Abdullah Alawi 


Sumber : nu online