Senin, 28 November 2011

Tradisi Khaul Harus Dilestarikan

Blubuk – Tradisi haul dikalangan warga NU merupakan tradisi yang harus dilestarikan. Karena merupakan hal yang baik, sebagai bentuk penghormatan kepada guru atau ulama.

“Tradisi haul perlu dilestarikan, karena merupakan hal yang baik,” terang Rois Syuriyah Nahdlatul ‘Ulama Desa Blubuk Kecamatan Dukuhwaru, Ustadz M Abu Jafar, SHI pada peringatan haul ke – 5 Almarhum Kyai Maksum Bin Waslim Desa Blubuk Kecamatan Dukuhwaru, Sabtu malam (26/11).

Menurut Abu Jafar, penghormatan kepada guru / ulama diberikan atas jasa – jasanya semasa hidup dalam mengembangkan dan menggiatkan Syiar Islam di Desa Blubuk termasuk almarhum Kyai Maksum Bin Waslim yang merupakan tokoh yang cukup punya andil.

“Mbah Kyai Maksum merupakan guru kita, guru anak-anak kita,” tandasnya.


Oleh karena itu, kata Abu Jafar, sebagai murid yang baik kita patut mendo’akan beliau almarhum serta meneladani tingkah laku semasa hidupnya.

“Mudah-mudahan Almarhum tergolong maghfiroh,” ucapnya mendo’akan.

Sohibul Haul, Syamsudin menjelaskan almarhum Kyai Maksum Bin Waslim semasa hidupnya merupakan tokoh yang suka bersilaturahmi. Karena silaturahmi itulah, beliau cukup dikenal oleh masyarakat.

“Semasa hidupnya Mbah Kyai Maksum senang silaturahmi,” terangnya.

Selain itu, Kyai Maksum juga merupakan tokoh yang suka membela agama. Kehidupanya dihabiskan untuk menimba ilmu agama dan mengajarkannya kepada masyarakat.

“Mudah – mudahan ilmu yang diajarkan Kyai Maksum manfaat bagi kita,”tukasnya.

Sementara KH Saefudin Mahmud dalam tausiyahnya mengatakan orang sholeh yaitu orang yang banyak amalnya dan menjadi panutan umat, seperti halnya Almarhum Kyai Maksum Bin Waslim.

“Wong soleh didunia dan akhirat bakal nulungi (menolong),” katanya.

Sebelumnya, rangkaian kegiatan Haul juga diisi dengan Ziarah Kubur dan tahlil masal yang digelar ba’da Ashar di Makam Almarhum Kyai Maksum Bin Waslim yang dihadiri Ratusan santri dan masyarakat setempat. (Hasan).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar