Sabtu, 14 April 2012

Ratusan Pelajar Ikuti Istighosah Jelang Ujian Nasional


BLUBUK – Sedikitnya 500 Siswa Pelajar dari tingkat SD, SMP , SMA dan SMK di Desa Blubuk tampak memadati ruangan dan halaman Masjid Baiturrahman. Bukan tanpa tujuan, tetapi merekan dalam rangka mengikuti Istighosah dan Do’a Bersama menjelang pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tahun 2012.
Kegiatan yang dipandegani Ikatan Pelajar Nahdlatul ‘Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul ‘UIama (IPPNU) Desa Blubuk Kecamatan Dukuhwaru Kabupaten Tegal bertempat di Masjid Baiturrahman Desa Blubuk Kecamatan Dukuhwaru Kabupaten Tegal, Sabtu malam (14/4).

Hadir dalam kesempatan tersebut Pengurus Ranting NU Desa Blubuk, Pembina dan Jajaran Pengurus IPNU-IPPNU, PAC IPNU dan IPPNU Kecamatan Dukuhwaru, Kepala Sekolah, Dewan Guru, warga masyarakat dan siswa / pelajar Kelas 6 SD, Kelas IX SMP, dan Kelas XII SMA sederajat yang berdomisili di Blubuk dan turut diramaikan Jamaah masjid setempat.

Ketua IPNU Blubuk, Indra Fatria S mengatakan Istighosah bersama ini bertujuan untuk salah satu bentuk ihtiyar dan berdo’a memohon Kepada Alloh SWT, agar diberikan kesehatan, keselamatan dan kemudahan bagi kita khususnya pelajar dalam menghadapi Ujian Nasional (UN).

“Dengan istighosah ini, mudah-mudahan kita (para Pelajar) akan diberikan keteguhan dan kemantapan hati dalam mengikuti UN nanti. Sehingga harapannya akan memperoleh hasil maksimal dan lulus dengan nilai yang bagus” katanya.

Menurut Indra, kegiatan Istighosah jelang UN digelar oleh IPNU-IPPNU Desa Blubuk merupakan kali kedua, dimana pada tahun sebelumnya (2011) juga digelar kegiatan yang sama. Dan diikuti oleh para siswa/pelajar khususnya kelas 6 SD, kelas 9 SMP, dan kelas 12 SMA sederajat yang akan menjalani Ujian Nasional (UN).

Istighosah juga diikuti oleh anggota IPNU-IPPNU, masyarakat, jamaah masjid, bahkan beberapa guru juga tampak mendampingi siswanya,” terangnya.

Ketua Tanfidiyah NU Ranting Desa Blubuk, Komarudin, S.Ag  menuturkan ujian nasional (UN) setiap tahun selalu mengalami perubahan, baik dari bentuk soal mata ujian maupun kelulusannya. sehingga para pelajar dituntut untuk siap secara dini secara fisik, materi maupun mental.
“Aturan main UN setiap tahun selalu berubah, jadi seyogyanya para siswa agar lebih menyiapkan diri sejak awal,” ujarnya.
Oleh karenanya, Sambung Komarudin, apa yang menjadi gagasan dan ide IPNU-IPPNU dengan menggelar Istighosah dan do’a bersama patut dilestarikan. Terlebih ini menjadi salah satu bentuk upaya dan ihtiyar pelajar agar diberikan kemudahan dalam mengikuti UN nanti.
“Semoga para siswa diberikan kemudahan dalam mengerjakan soal ujian nanti,” harapnya.
Berkesempatan memimpin dan memandu Istighosah yaitu Ustadz Abdul Qodim yang juga Pengurus Lembaga Dakwah NU (LDNU) Desa Blubuk dan do’a disampaikan oleh Katib Syuriyah PR NU Desa Blubuk, Ustadz Junarto Hidayat, S.Pd.I
“Mari kita berdo’a dengan khusyu’ memohon kepada Alloh SWT, apa yang menjadi hajat kita mudah-mudahan akan dikabulkan,” tutur Uje sapaan Ustad Junarto sebelum memimpin bacaan do’a.
Kegiatan juga diisi dengan ceramah agama oleh Ustadz Maskurasgono guna memberikan pembinaan dan pemantapan mental para siswa / pelajar sebagai bekal dalam Ujian nasional (UN). (Hasan)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar