Minggu, 02 Juli 2017

Ketua PBNU, KH Dr Marsudi Syuhud : Ini Cara NU Menerima Budaya


Wartaku, Slawi - Ketua Pengurus Besar Nahdlatul ‘Ulama (PBNU), KH Dr Marsudi Syuhud mengatakan, budaya adalah suatu kebiasaan yang tertancap dalam hati. Meninggalkan budaya akan lebih berat daripada meninggalkan hukum. NU mempunyai cara-cara tertentu dalam menerima budaya.

Jika budaya itu sesuai dengan ajaran agama islam, maka langsung diterima, namun jika budaya itu tidak sesuai dengan ajaran islam, maka tidak langsung ditolak, namun disaring dulu, dimana yang tidak sesuai kemudian dimurnikan dahulu agar sesuai dengan ajaran Agama Islam, baru diterapkan di masyarakat,ujar KH Dr Marsudi Syuhud dalam acara Halal Bi Halal Warga Desa Kalijambe Kecamatan Tarub Kabupaten Tegal, Sabtu (1/7) di Masjid Jami Asy Syukur Kalijambe, Tarub.

Lebih lanjut, KH Marsudi mencontohkan Prosesi Aqiqoh adalah budaya, yang telah ada sejak zaman sebelum Rasulullah. Pada saat itu, jika ada anak yang lahir, memotong kambing atau onta, kemudian darahnya diusapkan di wajah. Setelah Islam datang, maka budaya mengusap darah itu diganti dengan mengusap minyak wangi begitulah cara NU menerima budaya,” ungkapnya

Menurut KH Marsudi Di Indonesia, banyak sekali budaya-budaya yang ada di masyarakat yang cocok dengan ajaran agama islam. Budaya tahlil pun sudah disterilisasi sedemikian rupa oleh Ulama terdahulu, sehingga ajaran tersebut cocok diterapkan oleh umat Islam di Indonesa.

Dewasa ini, banyak sekali sebagian umat islam, yang menganggap bahwa budaya-budaya Indonesia tidak cocok untuk umat islam, sehingga melarang kegiatan-kegiatan tersebut. Bahkan berusaha memaksa memasukkan budaya-budaya timur tengah ke Indonesia, yang tidak cocok diterapkan di Indonesia,” bebernya.

Oleh karena itu, KH Marsudi meminta warga Nahdliyin harus selektif memilih ajaran-ajaran tersebut agar tidak merusak tatanan Negara Kesatuan Republik Indonesia. “Warga NU harus selektif memilih budaya-budaya itu,” tandasnya.

Acara yang digagas Forum Kalijambe Foundation (FKF) itu menghadirkan Qori Internasional, H. Muammar ZA yang hadir berkesempatan melantunkan suara indahnya kurang lebih 1 jam dan menghipnotis warga Nahdliyin yang hadir.

Kegiatan juga diisi dengan pelantikan Forum Kalijambe Foundation (FKF), santunan puluhan Yatim dan Dhuafa serta peletakan batu pertama pembangunan MI dan Ponpes Terpadu Kalijambe. (Hasan)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar