Tampilkan postingan dengan label NU Online. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label NU Online. Tampilkan semua postingan

Senin, 22 Maret 2021

Ansor Adalah NU Masa Depan


DUKUHWARU, Wartaku

Ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Tegal Nurfanani mengatakan, Gerakan Pemuda Ansor adalah Nahdlatul Ulama (NU) masa depan dan sekaligus masa depan NU. 

"Sepak terjang Ansor masa kini menjadi cerminan NU di masa depan dan cahaya itu akan terlihat dan menembus dinding yang kokoh tergantung pada kobaran api semangat Ansor dalam menjalankan khidmat organisasi," ujarnya. 

Hal itu dikatakan Nurfanani saat membuka Konferensi Anak Cabang (Konferancab) V GP Ansor Dukuhwaru, Kabupaten Tegal di SMP Ma'arif NU Dukuhwaru, Ahad (21/3).

Disampaikan, GP Ansor adalah NU masa depan. Oleh karena itu, Ansor Dukuhwaru harus terus bergerak tak kenal lelah. Tunjukkan, pengurus ke depan harus lebih baik.

Nurfanani mengingatkan, di dalam GP Ansor tidak ada jabatan adanya amanah. Oleh karena itu, konferensi harus dijadikan momen konsolidasi organisasi. "Kader kader Ansor juga wajib menjaga muruah para ulama, menjaga para kiai," pesannya.

Hal senada diungkapkan Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Dukuhwaru Ustadz M Rizqon. Menurutnya, Ansor dilahirkan untuk menyiapkan kader NU masa depan. "Kader Ansor harus siap mengemban amanat para muasis. Ansor juga harus tangguh menghadapi segala tantangan," tegasnya. 

M Rizqon juga berharap, forum Konferensi Gerakan Pemuda Ansor melahirkan pengurus yang punya loyalitas dan militan kepada organisasi Ansor dan Nahdlatul Ulama (NU). 

"Sesuai mars Ansor 'Ansor maju satu barisan seribu rintangan patah semua', Ansor harus siap menghadapi rintangan. Karena Ansor adalah masa depan NU," ungkapnya.

Forum Konferancab V GP Ansor Dukuhwaru secara aklamasi kembali menetapkan Nurkhasan sebagai Ketua PAC GP Ansor Dukuhwaru untuk masa khidmat 2021 - 2023.

Hadir dalam kesempatan itu, PC GP Ansor Kabupaten Tegal, jajaran Pengurus MWCNU Dukuhwaru di antaranya Rais MWCNU KH Mustaqim, Mustasyar MWCNU Kiai Misbahudin, Katib MWCNU Ustadz Solihudin, Pengurus MWCNU, Penasehat GP Ansor, Pimpinan Badan Otonom NU Kecamatan (Muslimat, Fatayat, IPNU-IPPNU), dan Pimpinan Ranting Gerakan Pemuda Ansor se-Kecamatan Dukuhwaru. (Admin)

Baca juga di : NU Online Jateng

Sabtu, 20 Maret 2021

Jelang Konferancab V, Ansor Dukuhwaru Ziarahi Makam Sesepuh

Dukuhwaru, Wartaku

Menyongsong Konferensi Anak Cabang (Konferancab) V Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Dukuhwaru Kabupaten Tegal tahun 2021, keluarga besar Ansor Banser Dukuhwaru melakukan kegiatan ziarah on the road. Sejumlah makam para tokoh NU dan sesepuh desa diziarahi pada Sabtu (20/3). 

Ketua Panitia Konferancab GP Ansor Dukuhwaru Anwar Munari mengatakan, tokoh yang diziarahi merupakan para sesepuh/pengurus NU serta sesepuh desa pada zamannya.  Ziarah dilaksanakan secara serentak dan terbagi dalam dua kelompok tim. 

"Usai ziarah, dua kelompok tim bertemu di satu titik dan puncaknya dilakukan Apel Kebangsaan Ansor Banser di Halaman SMP Ma'arif NU Dukuhwaru," ujarnya.

Dijelaskan, pembagian kelompok ziarah on the road sesepuh desa yakni kelompok 1 berada di bawah Koordinator Ketua Majelis Dzikir dan Shalawat (MDS)  Rijalul Ansor (RA) Dukuhwaru Moh Azami mengunjungi makam Mbah Anom Perjaka di Desa Selapura, Mbah Wangsa di Desa Slaranglor, Kiai M Khanafi Ketua MWC NU Dukuhwaru 2003-2013 di Dukuh Krasak Slaranglor, Makam Mbah Kiai Maksum Desa Blubuk, makam ibu Rosilah Penggerak Muslimat NU Desa Bulakpacing, dan Makam KH Munir Maghfuri mantan Rais MWCNU Dukuhwaru. 

"Sedangkan untuk kelompok 2 yang dikoordinir oleh Wakil Ketua MDS RA Imam Sibro Malisi mengunjungi makam Mbah Kiai Muslim Kabunan, makam mbah Jaksa, mbah atas angin di Desa Pedagangan, makam Pangeran Purbaya dan Ki Ageng Anggawana di Desa Kalisoka,  makam mbah Indang Mangkunegoro di Desa Sindang dan makam KH Miftahudin, mantan Pengurus MWCNU Dukuhwaru di Desa Gumayun," paparnya. 

Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor  Dukuhwaru Nurkhasan mengungkapkan bahwa kegiatan ziarah dilakukan sebagai perjalanan spiritual kepada para tokoh ulama NU dan sesepuh di wilayah Kecamatan Dukuhwaru menyambut Konferancab GP Ansor Dukuhwaru yang digelar pada Ahad 21 Maret 2021.

“Kegiatan ini juga dalam rangka mencari barakah dari para ulama dan sesepuh, agar langkah GP Ansor ke depan semakin berkah berkat doa para muassis (pendiri) NU," pungkasnya. (Admin)


Baca juga di : NU Online Jateng

Kamis, 11 Juni 2020

Habib Luthfi : Jaga Sejarah dan Lestarikan Budaya

Wartaku, WARUREJA - Rais Aam Idarah Aliyah Jamiyah Ahlit Thariqah Al-Mu'tabarah An-Nahdliyah (Jatman) Habib Luthfi Bin Yahya mengingatkan pentingnya menjaga sejarah dan melestarikan budaya yang ada di Indonesia.   "Jangan sekali-kali melupakan sejarah, agar kita tidak 'kepaten obor'," ujarnya.

Hal itu disampaikan Habib Luthfi saat memberikan taushiyah pada Halal Bihalal masyarakat Desa Semedo Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Tegal Jawa Tengah, Selasa (9/6) malam.   Menurutnya, kita telah dibukakan oleh Pemerintah tentang sejarah 10 Nopember yang di dalamnya terdapat banyak ulama. Mbah Semedo (Syekh Abdurrahman) adalah tokoh pejuang agama dan negara yang dikirim dari kerajaan Mataram ke daerah Tegal, Indonesia.  

"Kita yang tidak ikut andil dalam sejarah tersebut, agar tetap menjaga sejarah dengan melestarikan budaya yang ada di Indonesia," tandasnya.  

Anggota Wantimpres itu juga menguraikan pentingnya selalu ingat dengan orang tua kita. Sebodoh-bodohnya orang tua ingin anaknya benar dan pintar. "Orang tua mendoakan anaknya agar benar, baru berdoa agar pintar. Oleh karena itu, sebagai anak supaya menyenangkan hati orang tua selagi masih ada," katanya.  

Terkait penyelenggaraan budaya, ulama kharismatik asal Pekalongan, Jateng itu menjelaskan agar dilihat sisi baiknya, jangan sisi buruknya.  "Contohnya sedekah bumi, sedekah laut yang tujuannya bersama-sama menjaga bumi tercinta bumi," pungkasnya.   

Makam Mbah Semedo adalah tempat pemakaman umum warga Desa Semedo dan merupakan salah satu makam bersejarah yang ada di Kabupaten Tegal karena di tempat tersebut bersemayam tokoh sesepuh yang berjasa pada berdirinya Kabupaten Tegal.   

Tokoh-tokoh yang bersemayam di Makam Mbah Semedo antara lain Mbah Pangeran Suro Hadi Kusumo (Syekh Abdurrahman Mbah Semedo), Mbah Raden Mas Panji Hadi Tjokro Negoro (Mbah Kaloran / Bupati Tegal Ke-10), Mbah Syekh Muhammad Tohir Al-Ba’bud (Mbah Langgen).   Selanjutnya, Mbah Raga Sutha (Petilasan Mbah Sunan Kalijaga), Petilasan Mbah Pangeran Diponegoro, Mbah Surodiwongso (Juru Kunci Pertama Makam Mbah Semedo), Syekh Sarifudin (Asal Banten), Mbah Buyut Putri (Sabrang Wetan Ciputih).  

Adapun Letak Geografis daripada Makam Mbah Semedo adalah 200m arah barat daya Desa Semedo, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Tegal dengan ketinggian 100m di atas permukaan laut dan sangat mudah dijangkau oleh para peziarah di wilayah Kabupaten Tegal dan sekitarnya melalui jalan Pantura, Pasar Suradadi ke Selatan sekitar 15 km.   Keberadaan Makam Mbah Semedo selain dikelola oleh Pemerintah Desa beserta Juru Kunci, juga dikelola oleh DIKPORA Kabupaten Tegal. Dan telah diakui sebagai makam bersejarah dan merupakan wisata religi.   

Hal tersebut terbukti dengan adanya kunjungan dari para pejabat Pemerintah Kabupaten Tegal demi lestarinya peninggalan persejarah yang merupakan aset Pemerintah Desa Semedo dan Kabupaten Tegal.   Hadir dalam kesempatan itu Bupati Tegal Hj Umi Azizah, Wali Kota Tegal H Dedy Yon Supriyono, Kapolres Tegal, Unsur Forkompinda, Camat Kedungbanteng, Kades setempat dan ribuan pengunjung yang menerapkan protokol kesehatan dengan memakai masker sesuai imbauan pemerintah. (Ahmadi/Has@n)

Sumber : NU Online

Kamis, 21 Mei 2020

Kiai Khanafi Orang yang Ikhlas Berjuang di NU Tanpa Pamrih

Wartaku, Dukuhwaru - Almarhum Kiai Muhammad Khanafi bin Masyhuri yang wafat Selasa (19/5) malam adalah orang yang betul-betul ikhlas dalam perjuangan, tanpa pamrih, dan tidak mengenal lelah demi untuk kemajuan Nahdlatul Ulama, khususnya syiar Islam di Pedukuhan Krasak Slaranglor dan Kecamatan Dukuhwaru, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah secara umum.   

Hal itu diungkapkan Sekretaris Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Dukuhwaru, Kabupaten Tegal masa khidmat 2003-2008 H Muslihin Noor saat menghadiri prosesi pemakaman almarhum K Muhammad Khanafi di Pedukuhan Krasak Slaranglor Kecamatan Dukuhwaru.  

Menurut pria yang berprofesi sebagai pendidik itu, dalam perjuangannya untuk NU, Kiai Khanafi selalu ikhlas tanpa pamrih. Baik tenaganya, pikirannya, serta hartanya yang tidak sungkan-sungkan untuk berkorban demi perjuangan NU. 

"Pada hari ini, tokoh kita, ulama kita, guru kita sampun kapundut daning Gusti Alloh SWT (diambil menghadap Alloh SWT). Mari kita bareng-bareng (bersama) menshalati dan mengantarkan jenazah almarhum," ujarnya.  

Senada, Tokoh NU setempat yang mewakili Sohibul Musibah Kiai Abdul Kholik mengungkapkan, almarhum Kiai Khanafi bin Masyhuri merupakan orang baik. Orangnya tekun luar biasa, ikhlas luar biasa.   

"Anggene perjuangan (saat berjuang), kuliah subuh, kegiatan ke-NU-an niku luar biasa. tidak pernah lelah. Kami merasa kehilangan," ungkapnya.  

Oleh karena itu, Abdul Kholik mendoakan semoga almarhum dapat diterima di sisi Allah SWT. Terlebih wafatnya dalam bulan suci Ramadhan yang mendapat mahgfirah, rahmat, dan itkum minannar di 10 malam terakhir bulan Ramadhan.  "Insyaallah ngepasi (bertepatan) malam lailatul Qodar. Semoga almarhum mendapat keberkahan bulan Ramadhan. Aamiin," pungkasnya.  

Data yang dihimpun NU Online, almarhum K Muhammad Khanafi bin Masyhuri merupakan Ketua MWCNU Dukuhwaru selama dua periode yakni tahun 2003-2008 dan periode 2008-2013 atau mengabdi selama 10 tahun untuk NU.   

Almarhum mendampingi Rais Syuriyah MWCNU Kecamatan Dukuhwaru saat itu yakni KH Munir Maghfuri. Kiprah almarhum saat menjadi pengurus bersama tokoh NU lainnya berhasil merintis berdirinya SMP Ma'arif NU Dukuhwaru dan Gedung MWCNU Dukuhwaru sebagai pusat kegiatan warga NU.  

Sekretaris PCNU Kabupaten Tegal H Nurkholis Sobari turut menyampaikan belasungkawa. "Saya ikut menjadi saksi bahwa beliau pejuang NU. Semoga beliau khusnul khotimah," ujarnya.   

Sebelum meninggal, almarhum mengalami sakit stroke hingga mengena syaraf sekitar setahun terakhir. Sekitar jam 15.00 Wib kondisinya mulai kritis. Dan pada hari Selasa, 19 Mei 2020 bertepatan 27 Ramadhan 1441 H almarhum menghembuskan nafas terakhir sekitar jam 21.15 Wib di kediamannya.  

Almarhum dimakamkan pada hari Rabu, 20 Mei 2020 pukul 08.30 Wib di pemakaman umum Pedukuhan Krasak, Desa Slaranglor, Kecamatan Dukuhwaru, Kabupaten Tegal. Pemakaman dihadiri jajaran Pengurus MWCNU Kecamatan Dukuhwaru, Pengurus Ranting, Ansor Banser, dan masyarakat setempat.   Selamat jalan Kiai. Insyaallah Husnul Khotimah. Aamiin. (Has@n)

Baca juga di : NU Online

Rabu, 20 Mei 2020

Innalillahi, Ketua MWC NU Dukuhwaru Periode 2003 - 2013 Tutup Usia

Wartaku, DukuhwaruInnalillahi wa inna ilahi rajiun. Kabar duka datang kepada warga Nahdliyin. Kiai Muhammad Khanafi bin Masyhuri meninggal dunia, Selasa (19/5) malam bertepatan dengan 27 Ramadhan 1441 H.   

Mantan Ketua Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Dukuhwaru Kabupaten Tegal ini dikabarkan meninggal dunia di kediamannya sekitar pukul 21.15 WIB dalam usia 65 tahun

"Innalillahi wa inna Ilaihi raajiun,  ‏"إنالله وإنا إليه راجعون Telah berpulang ke Hadirat Allah S.W.T. Abah, Ayah, Orang Tua Kami: Muhammad Khanafi bin Masyhuri.  Rabu, 27 Ramadhan 1441 H.

 اللهم اغفرله وارحمه وعافه واعف عنه واكرم نزله ووسع مدخله واغسله بالماء والثلج والبرد ونقه من الذنوب والخطايا كما ينقى الثوب الابيض من الدنس، اللهم جازه بحسناته إحسانا وبسيئاته عفوا وغفرانا وعامله بما أنت أهل له واجعل قبره روضة من رياض الجنة،يارب العالمين," demikian kabar duka yang disampaikan Muhammad Tarobin menantu Kiai  Muhammad Khanafi, melalui akun Facebook pribadinya.  

Kabar meninggalnya Ketua MWCNU Kecamatan Dukuhwaru Kabupaten Tegal masa khidmat 2003-2008 juga dibenarkan kerabat almarhum H Saiful Bahri saat dihubungi NU Online.   "Iya beliau wafat, ini saya lagi ada di kediamannya sekarang. Jenazah baru saja disucikan," ujarnya Selasa malam.  

Menurutnya, almarhum sebelumnya mengalami sakit stroke hingga mengena syaraf sekitar setahun terakhir. "Jam 15.00 WIB mulai kritis. Dan sekitar jam 21.15 WIB beliau meninggal," ungkapnya.  

Informasi yang dihimpun NU Online, almarhum Kiai Muhammad Khanafi bin Masyhuri merupakan Ketua MWC NU Dukuhwaru selama dua periode yakni tahun 2003-2008 dan periode 2008-2013 atau mengabdi selama 10 tahun untuk NU.   

Kiprah almarhum saat menjadi pengurus, berhasil merintis berdirinya SMP Ma'arif NU Dukuhwaru dan Gedung MWCNU Dukuhwaru sebagai pusat kegiatan warga NU.   Sekretaris PCNU Kabupaten Tegal H Nurkholis Sobari turut menyampaikan belasungkawa. "Saya ikut menjadi saksi bahwa beliau pejuang NU. Semoga beliau khusnul khotimah," ujarnya.  

Rencananya almarhum akan dimakamkan pada hari Rabu (20/5) pukul 08.00 WIB di pemakaman umum Pedukuhan Krasak, Desa Slaranglor Kecamatan Dukuhwaru Kabupaten Tegal. (Has@n)

Baca juga di : NU Online

Senin, 30 Juli 2018

Gandeng FKKB, Pelajar NU Kedungbanteng Tebar Kepedulian

Tegal, NU Online
Pelajar NU Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Tegal menebarkan kebaikan dengan programnya yang bertajuk Pelajar NU Kedungbanteng Peduli.  Dengan menggandeng Forum Komunikasi Kesatuan Bangsa (FKKB) Kabupaten Tegal, mereka mengunjungi rumah ibu Sukirah (130), warga Desa Tarub Kecamatan Tarub pada Ahad, (29/7)

Dua Kades Ikuti PKD Ansor Adiwerna Tegal

Tegal, NU Online
Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda (PAC GP) Ansor Kecamatan Adiwerna Kabupaten Tegal mengadakan Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) di Pesantren Sunan Kalijaga Adiwerna.

Minggu, 29 Juli 2018

IPNU-IPPNU Ujung Tombak Kaderisasi

Tegal, NU Online
Ketua Pimpinan Cabang IPPNU Kabupaten Tegal Kamelia Nurul Utami menegaskan, Ikatan Pelajar NU dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPNU-IPPNU) adalah ujung tombak kaderisasi di Nahdlatul Ulama (NU). Oleh karenanya, kaderisasi harus terus berjalan secara kontinyu.

TPMNU Cara Pelajar NU Kedungbanteng Cetak Kader Militan

Tegal, NU Online
Upaya menggelorakan semangat kaderisasi dalam rangka mencetak kader militan ditempuh Pelajar Nahdlatul Ulama Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Tegal Jawa Tengah melalui kegiatan yang bertajuk Takror Pelajar Mentereng Nahdlatul Ulama (TPMNU).

Senin, 23 Juli 2018

Dua Atlet Ma'arif NU Tegal Berlaga di Ajang Porsemananas

Tegal, NU Online
Dua Atlet Tenis Meja asal PC LP Ma'arif NU Kabupaten Tegal siap berlaga di ajang Pekan Olahraga dan Seni Ma'arif NU Nasional (PORSEMANAS) I Tahun 2018 di Malang, Jawa Timur.