Rabu, 12 Januari 2011

Jamiyah Rutin NU Diisi Manakiban


BLUBUK – Jamiyah  rutin bergilir Pengurus Ranting Nahdlatul ‘Ulama (NU) Desa Blubuk yang bertempat di rumah Bapak Sudarto diisi Pembacaan Manakib Syeh Abdul Qodir Jaelani, Sabtu (8/1) lalu. 

Pembacaan Manakib dipimpin langsung oleh Rois Syuriah Nahdlatul’Ulama Ranting Blubuk, Ustadz Muhammad Abu Jafar, SHI

Kegiatan yang dilaksanakan setiap dua minggu sekali itu merupakan program rutin NU Ranting Blubuk Kecamatan Dukuhwaru Kabupaten Tegal, yang dimaksudkan sebagai wahana syiar Islam Ala Ahlussunah Waljamaah dan juga sebagai media silaturahim antar pengurus.

“Mudah – mudahan dengan pembacaan manakib ini, kita akan mendapatkan barokah dari Alloh SWT,” ujar Rois Syuriyah, Ustad Muhamad Abu Jafar.

Selain diisi Pembacaan Manakib, kegiatan Jamiyah juga diisi dengan kajian kitab dan tausiyah oleh Katib Syuriyah, Ustab Junarto Hidayat, S.Ag.

Dalam tausiyahnya Uje begitu Ustadz Junarto disapa menuturkan, malaikat akan mengamini do’a kita, orang yang Sholat jika kita masih dalam keadaan duduk tawaruk atau belum pindah tempat sujud / ruku. Selain itu, kata Ustad Jun, kita masih dalam kedaan berwudlu dan belum hadas.

“Allohumma firlahu warhamhu, demikian do’anya. Apabila kita di do’akan oleh malaikat, Subhanallah, insa Alloh dikobul,” terangnya. (has@n).

1 komentar:

miftahuddin azrey mengatakan...

Organisasi sebesar NU tidaklah sekadar mencari pemimpin. Bagi organisasi yang lain barangkali hanya perlu syarat formalitas AD dan ART untuk menjadi bakal calon pemimpin. Tetapi di kalangan NU terdapat sejumlah persyaratan tidak tertulis yang jauh lebih penting dibandingkan persyaratan formal.
Hal inilah yang dapat menerangkan alasan sejumlah bakal calon pemimpin NU, khususnya tanfiziah (eksekutif organisasi), harus memperoleh legalitas dari kalangan kiai yang berpengaruh. Oleh karena NU adalah bermakna kebangkitan ulama, pemilik yang sesungguhnya jamiyah NU adalah para ulama yang berada di bilik-bilik pondok pesantren. Hasil Mukernas Pengurus Wilayah NU Jawa Timur dengan tegas menyebutkan kriteria calon pemimpin NU dengan menyebut sembilan persyaratan perintis, penyelaras, pemberdaya, panutan, visioner, berkemauan kuat, berintegritas, serta amanah dan mandiri (Republika, 8/3).

Posting Komentar