Rabu, 15 Februari 2012

Safari Maulid Dihadiri Ratusan Pengunjung


Blubuk  - Dalam rangka menyemarakan kelahiran Rosululloh Muhammad SAW, Pimpinan Ranting Fatayat NU dan Muslimat NU Desa Blubuk menggelar kegiatan Pembacaan Maulid Al Barzanji keliling selama sebulan penuh.

Kegiatan yang dikemas dalam Safari Maulid itu bertempat di Masjid dan Mushola se Desa Blubuk secara bergilir. Kegiatan dimulai sejak datangnya bulan maulid / Robiul Awal 1433 H itu memasuki giliran ke 16.

Rabu, 08 Februari 2012

MWC NU Dukuhwaru Bangun Masjid Darun Ni'mah

Pembangunan Tersendat, Perlu Uluran Tangan Umat

Dukuhwaru - Pembangunan Masjid Darun Ni’mah milik Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama Kecamatan Dukuhwaru, tersendat. Masih dibutuhkan dana yang tidak sedikit untuk melanjutkan proses pembangunannya. Lalu?

Masjid Darun Ni'mah yang berada di Jalan Raya Jatibarang Slawi Kilometer 4, nampaknya perlu uluran tangan dari semua umat Islam, terutama warga Nahdliyin. Pasalnya, setelah dibuka dua tahun yang lalu dengaqn ditandai peletakan batu pertama, hingga sekarang kondisinya masih belum juga mengalami perkembangan yang menggembirakan. Malah kalau dilihat dari segi bangunan, belum sampai 60 persen.

Kalau dilihat dari letaknya yang cukup strategis, maka pembangunan masjid tersebut menjadi kebutuhan umat Islam terutama bagi warga NU.  Selain kebutuhan komunitas karena masjid berada di area gedung MWC NU dan SMP Ma’arif NU Dukuhwaru, juga menjadi konsumsi bersama karena menempati areal dekat perumahan warga dan di tepi jalan raya.

Ketua Tanfidziyah MWC NU Kecamatan Dukuhwaru, Kiai Hanafi, menjelaskan bahwa proses pembangunan Masjid Darun Ni’mah sudah berjalan selama dua tahun lebih. Namun hingga kini, kondisinya masih belum bisa dikatakan sempurna.

"Kami sudah berupaya penuh agar cepat diselesaikan, agar dapat secepatnya digunakan. Sehingga kalau ada kegiatan keagamaan, bisa menjadi pusatnya dan tidak sulit untuk mencari tempat ibadah karena letaknya yang strategis," jelasnya.    

Namun demikian, lanjut Kiai Hanafi, pihaknya sudah berulangkali melakukan upaya. Termasuk mencari agniya atau orang-orang yang dermawan untuk meneruskan pembangunan, disamping pengurus NU di masing-masing ranting juga gencar mencari dana. Hal itu tidak lain untuk kemaslahatan bersama, menegakkan kalimat Lailaha illa Allah, karena masjid juga sebagai sarana perbaikan akhlak.

Dikatakan Kiai Hanafi, memang perlu uluran tangan dari berbagai kalangan baik instansi pemerintah, umat Islam, agniya, dan yang lain agar  pembangunan masjid bisa segera terselesaikan.

“Mudah-mudahan yang sudah memberikan bantuan di masjid tersebut, bisa mendapatkan balasan pahala dan rizki dari Allah SWT," harapnya.

Sementara panitia pembanguna, Hasan Makmur, mengatakan, Panitia sudah bekerja semaksimal mungkin tetapi realitanya belum selesai juga hingga dua tahun lebih . “Dana memang menjadi kendala besar menyelesaikan pembangunan masjid. Karena memang butuh pundi-pundi keuangan agar bisa meneruskan pembangunan. Sementara sekarang belum dapat dipastikan dari mana dana-dana tersebut kami peroleh. “ katanya.

Hasan menyatakan, bantuan dari berbagai pihak sangat diharapkan untuk melanjutkan sampai finishing. “Mudah-mudahan banyak pihak yang turut membantu hingga Masjid nanti dapat selesai dan dapat menjadi kebanggaan bagi Warga NU khususnya . “ Tukasnya  (*)

Sumber : radartegal.com 
Edisi : 3 Februari 2012

Menilik Konsolidasi dan Bahstul Masail PCNU

Ratusan Pengurus PC dan MWC NU se Kabupaten Tegal Hadir
Dukuhwaru - Bertempat di SMP Maarif NU 01 Dukuhwaru, Minggu (15/1), ratusan pengurus NU dari Cabang (PC) sampai tingkat Majlis Wakil Cabang  (MWC) Nahdlatul Ulama (NU) menghadiri konsolidasi dan bahtsul masail yang dilaksanakan setiap bulan sekali. Bagaimana kegiatannya?

DARI pukul 09.00 wib, terlihat beberapa PCNU, pengurus lembaga, lajnah, pengurus badan otonom (Banom) seperti Muslimat, Fatayat, Ansor, IPNU dan pengurus MWCNU se Kabupaten Tegal menghadiri acara konsolidasi dan bahtsul masail yang dilakukan setiap bulan. Dan pada bulan Januari ini, kegiatan tersebut jatuh di MWC NU Dukuhwaru, yang ditempatkan di SMP Maarif NU Dukuhwaru.

Kegiatan yang diawali dengan pembacaan doa melalui tahlil dan takmid tersebut, dilanjutkan sambutan yang disampaikan ketua tanfidziyah MWC NU Dukuhwaru, K Hanafi, dan dilanjutkan sambutan oleh Ketua tanfidziyah PCNU Kabupaten Tegal, H Ahmad Wasari MM.  Sementara Rois Syuriah PCNU Kabupaten Tegal, KH Khambali Usman memberikan sambutan melalui hotbah iftitah.

Dalam konsolidasi tersebut, selain membahas tentang program Kartu tanda anggota NU (Kartanu) juga rencana kerjasama yang dilakukan oleh PCNU dengan RS Mitra Siaga Tegal. Hadir Direktur RS Mitra Siaga Tegal, dr Wahyu Heru Triono, yang menyampaikan tentang kondisi rumah sakit, dan beberapa pelayanan serta fasilitas yang dimiliki oleh RS tersebut. Ia juga menyampaikan tentang alasannya kenapa melakukan kerjasama dengan PCNU Kabupaten Tegal.

“Ada salah satu prioritas untuk memfasilitasi warga NU khususnya di Kabupaten Tegal, dalam bentuk kepedulian sosial yang ditawarkan kepada PCNU dari kami, dengan memberikan tarif khusus. Semoga kerjasama ini bisa berjalan dengan baik dan dapat dimanfaatkan oleh warga NU Kabupaten Tegal secara menyeluruh,” kata dr Wahyu Heru Triono.

Setelah selesai melakukan konsolidasi, PCNU memberikan kepada pengurus Lembaga Bahtsul masail, untuk menyampaikan yang akan dibahas dalam bahtsul masail (baca musyawarah) tersebut.
Dalam bahtsul masail tersebut, dipimpin oleh Ustad Nawawi, dimana sebelumnya Ia menyampaikan tentang hasil bahstul masail dari PWNU, dan beberapa hasil yang pernah di bahas di gedung NU Slawi. Seperti tentang haji, posisi sholat perempuan, tentang HIV/AIDS.  Dalam pertemuan tersebut, rencana akan dibahas tentang pendidikan. Namun karena waktu tidak mencukupi, pembahasan tentang pendidikan akan dilanjutkan dalam pertemuan berikutnya. 

“Semuanya yang sudah dibahas akan dibukukan, dan dibagikan kepada MWC sesuai usulan dari peserta bahstul masail. Namun itu juga tidak lepas dari koordinasi nanti lembaga bahtsulmasal dengan PCNU,” ungkapnya. 

Sumber : radar tegal.com
Edisi     : 15 Januari 2012

Jumat, 16 Desember 2011

Syariah : Jika Imam Batal, Bagaimana Nasib Makmum?

Sudah maklum adanya bahwa shalat dapat dikerjakan secara berjamaah dan sendirian (munfaridan). Shalat berjama’ah mainimal terdiri dai dua orang. Satu berlaku sebagai imam yang berdiri die pan dan satunya lagi sebagai makmum brdiri dibelakang. Tidak ada batasan maksimal bagi makmum.
ShaLat dianggap sah jika memenuhi sejumlah persyaratan (syuruthus shihah), rukun, dan terhindar dari hal-hal yang membatalkan shalat, seperti tiba-tiba terkena najis, atau menanggung hadats dan lain sebagainya,

Selasa, 06 Desember 2011

NU Blubuk Gelar Istighosah Dan Santunan

Blubuk – Pengurus Ranting NU Desa Blubuk Kec. Dukuhwaru Kabupaten Tegal beserta badan otonomnya (banom) menggelar istighotsah malam 10 Muharom. Kegiatan yang digelar dalam rangka mengisi dan memperingati  Tahun Baru Islam 1433 H itu, dipusatkan di Masjid Amanah Desa setempat juga dirangkai dengan pemberian santunan kepada anak 25 yatim piatu, Senin malam (5/12).

Kegiatan diawali dengan Istighosah dan do’a bersama yang dipimpin oleh Katib Syuriah Nahdlatul Ulama Ranting Blubuk, Ustadz Junarto Hidayat, S.Ag. Dan diikuti pengurus NU, Banom NU (Muslimat, Fatayat, GP Ansor, IPNU dan IPPNU) serta warga NU Desa Blubuk.

Khutbah : Muharram Bulan Mulia, Asyuro Hari Istimewa




الحمد لله الذى جعل شهر المحرم أول السنين والشهور, أحمده سبحانه وتعالى حمد عبد شكور , وأشهد أن لااله الاالله وحده لاشريك له شهادة تكون لنا ذخرا عند عزيز الغفور, وأشهد أن محمدا عبده ورسوله أرسله رحمة للعالمين. اللهم صل وسلم وبارك على عبدك ورسولك النبي الأمي سيدنا محمد وعلى اله وصحبه وعلى جميع الانبياء والمرسلين واتبعهم اجمعين عدد ما بين السموات والأرضين – أما بعد 
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Marilah kita bersama-sama tingkatkan ketaqwaan kita kepada Allah. Bersyukurlah bahwa kita semua masih diberi umur panjang menikmati tahun baru Islam. Tak terasa tahun telah berganti, umur telah bertambah, sudahkah semua it kita sertai dengan tambahnya iman dan taqwa? Bukankah Allah telah menambahkan umur dalam hidup kita? Mengapa kita tidak menambah keta’atan kepadanya?Jama’ah Jum'ah yang berbahagia
Ingatkah kita pada suatu hari di Empat Belas Abad yang lalu ketika Rasulullah saw melakukan perjalanan berat dari Makkah menuju Madinah. Di atas punggung onta, mendaki gunung berbatu, menuruni lembah dipanggang di bawah ganasnya terik matahari padang pasir. Medan yang berat menjadi tambah berat ketika harus menghindar kejaran kaum kafir Quraisy. Berjalan dengan penuh kewaspadaan dan kehati-hatian. Hanya dengan niat dan keyakinan yang teguhlah Rasulullah saw berhasil akhirnya sampai pula di kota Madinah. Madinah menjadi pelabuhan dakwah Rasulullah saw yang menghantarkan kejayaan Islam. Dari Madinahlah Islam melebarkan sayapnya hingga ke pelosok-penjuru bumi. Ke Asia menembus lautan, mengarungi benua dan menaklukkan Alam. Semua itu Rasulullah saw lakukan demi syiar Islam, hingga kita manusia Nusantara dapat menikmati manisnya iman kepad-Nya. itulah salah satu hikmah hijrahnya Rasulullah saw. Begitu agungnya hikmah di balik hijrah Rasulullah saw, sehingga Umar bin Khattab ra. bersama-bersepakat dengan para sahabat me’monumen’kan hijirah Rasulullah saw dalam bentuk penanggalan dalam Islam.

Senin, 28 November 2011

Tradisi Khaul Harus Dilestarikan

Blubuk – Tradisi haul dikalangan warga NU merupakan tradisi yang harus dilestarikan. Karena merupakan hal yang baik, sebagai bentuk penghormatan kepada guru atau ulama.

“Tradisi haul perlu dilestarikan, karena merupakan hal yang baik,” terang Rois Syuriyah Nahdlatul ‘Ulama Desa Blubuk Kecamatan Dukuhwaru, Ustadz M Abu Jafar, SHI pada peringatan haul ke – 5 Almarhum Kyai Maksum Bin Waslim Desa Blubuk Kecamatan Dukuhwaru, Sabtu malam (26/11).

Menurut Abu Jafar, penghormatan kepada guru / ulama diberikan atas jasa – jasanya semasa hidup dalam mengembangkan dan menggiatkan Syiar Islam di Desa Blubuk termasuk almarhum Kyai Maksum Bin Waslim yang merupakan tokoh yang cukup punya andil.

“Mbah Kyai Maksum merupakan guru kita, guru anak-anak kita,” tandasnya.